{"id":432,"date":"2017-01-30T09:59:11","date_gmt":"2017-01-30T02:59:11","guid":{"rendered":"http:\/\/tipd.umri.ac.id\/?p=432"},"modified":"2017-01-30T09:59:11","modified_gmt":"2017-01-30T02:59:11","slug":"bosan-dengan-microsoft-word-ini-5-alternatif-penggantinya-gratis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tipd.umri.ac.id\/?p=432","title":{"rendered":"Bosan Dengan Microsoft Word? Ini 5 Alternatif Penggantinya, Gratis!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Tak bisa disangkal, Microsoft Word masih merupakan aplikasi pengolah kata terpopuler hingga kini. Mendukung banyak format file, banyak template dan baiknya integrasi dengan aplikasi office lain, merupakan senjata\u00a0utama mengapa Ms Word menjadi yang terbaik. Tapi bagaimana dengan yang aplikasi lainnya?\u00a0Mengapa tidak dicoba? Ternyata banyak juga\u00a0aplikasi pengolah kata lain yang tak kalah dengan Ms Word. Bahkan mempunyai beberapa kelebihan yang tidak dimiliki Ms Word. Penasaran? Silahkan disimak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. WPS Office Writer<br \/>\n<img decoding=\"async\" class=\" aligncenter\" src=\"https:\/\/www.beritateknologi.com\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/wps.png\" alt=\"\" \/><br \/>\nGratis, ringan, enak dilihat, inilah mengapa WPS Office Writer menjadi alternatif terbaik pengganti Microsoft Word. Desain menggunakan tab (seperti web browser) cenderung disukai oleh pengguna WPS Writer yang dituntut membuka banyak file dalam sewaktu. WPS Office Writer juga kompatibel dengan seluruh format Microsoft Word. Bahkan bisa membuka pdf dan meng-convert antara PDF\u00a0dan DOCX\u00a0ataupun sebaliknya. Walaupun begitu, dalam versi gratis kita dibatasi hanya bisa meng-convert 5 halaman saja. Fitur tambahan yang menggoda dari WPS Office adalah penyimpanan Cloud sebesar 1 GB yang memungkinkan kita mengamankan data bila terjadi sesuatu pada dokumen. WPS Office tersedia di berbagai platform seperti Android dan iOS. Untuk mendownloadnya di PC, sahabat bisa mendapatkannya di<a href=\"https:\/\/www.wps.com\/download\"> WPS Office Writer.<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2.\u00a0OpenOffice Writer<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\" aligncenter\" src=\"https:\/\/www.beritateknologi.com\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/apacheopenoffice.png\" alt=\"apacheopenoffice\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sudah sejak dahulu program office dari Apache ini memang ingin mengalahkan dominasi Microsoft Word dalam platform\u00a0Windows. Tetapi bila kita bicara Linux,\u00a0tentu saja OpenOffice yang menjadi raja di sana. Program bersifat open source ini memang terlihat kurang menawan secara tampilan. Tetapi dengan performa yang ringan dijalankan serta banyak sekali template yang bisa didownload di web resminya, menjadikan OpenOffice punya kekuatan di mata para penggunanya. Bila ingin berkunjung dan mendownload, silahkan masuk ke website <a href=\"http:\/\/https:\/\/www.openoffice.org\/download\/index.html\">Apache OpenOffice.<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3.\u00a0LibreOffice Writer<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\" aligncenter\" src=\"https:\/\/www.beritateknologi.com\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/libreoffice.png\" alt=\"libreoffice\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">LibreOffice menjadi software pengolah kata open source yang sedang\u00a0digandrungi, sebab para developernya yang berisik dan rajin sekali membuat update. Dengan tampilan mirip Ms Word jadul, LibreOffice membuat kita seperti membuka Ms Word dengan performa seperti OpenOffice. Bisa melakukan online file editing dengan LibreOffice Online. Juga perkembangan yang sangat pesat dari para developer LibreOffice sampai-sampai mereka menyiapkan update dan maintenance bug LibreOffice setiap bulan. Niat sekali bukan? Sebab itulah kini banyak sekali para netizen yang merekomendasikan LibreOffice ini. Bagi yang penasaran dengan LibreOffice bisa didownload di web resmi <a href=\"http:\/\/https:\/\/www.libreoffice.org\/download\/libreoffice-fresh\/\">LibreOffice.<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4.\u00a0SoftMaker FreeOffice TextMaker<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\" aligncenter\" src=\"https:\/\/www.beritateknologi.com\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/textmaker.png\" alt=\"textmaker\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Banyak tool yang bisa digunakan di\u00a0SoftMaker FreeOffice TextMaker, kita bisa dengan mudah menyisipkan segala sesuatu seperti catatan tangan. Setelah itu kita juga bisa menyimpan file kita dengan format PDF. Sayangnya, versi gratis tidak mempunyai pilihan menyimpan dalam format DOCX. Integrasi ke format Ms Word hanya memungkinkan format DOC. Menyimpan dalam format DOCX hanya bisa kita dapatkan di\u00a0SoftMaker FreeOffice TextMaker versi Premium seharga US$60. Versi gratis bisa didapatkan di\u00a0<a href=\"http:\/\/www.freeoffice.com\/en\/\">FreeOffice\u00a0website.<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">5.\u00a0AbiWord<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\" aligncenter\" src=\"https:\/\/www.beritateknologi.com\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/abiword.png\" alt=\"abiword\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebenarnya AbiWord ini punya potensi besar mengalahkan Ms Word dahulu sebab begitu ringan untuk notebook\u00a0berspesifikasi rendah.\u00a0Bahkan\u00a0pertama kali rilis, AbiWord membuat kejutan dengan memperkenalkan layanan edit dokumen bersama bernama Abi Collab. Kini tentu saja sudah kalah populer dengan Google Docs. Sayangnya lagi, para developer AbiWord lebih aktif untuk meningkatkan layanan di OS Linux. Update AbiWord untuk Windows sudah seperti terbengkalai karena ditinggal beberapa versi. Tetapi bila sahabat penasaran, silahkan download AbiWord di website<a href=\"http:\/\/www.abisource.com\/download\/\"> AbiSource.<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tak bisa disangkal, Microsoft Word masih merupakan aplikasi pengolah kata terpopuler hingga kini. Mendukung banyak format file, banyak template dan baiknya integrasi dengan aplikasi office lain, merupakan senjata\u00a0utama mengapa Ms&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"class_list":["post-432","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tipd.umri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/432","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tipd.umri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tipd.umri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tipd.umri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tipd.umri.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=432"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/tipd.umri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/432\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":433,"href":"https:\/\/tipd.umri.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/432\/revisions\/433"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tipd.umri.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=432"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tipd.umri.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=432"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tipd.umri.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=432"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}