10 Hacker yang Paling Berbahaya Sepanjang Masa

Terlepas dari aksi mereka, kemampuan yang dimiliki seorang hacker memang membuat kita berdecak kagum. Hacker sendiri adalah seorang yang mempunyai keterampilan dan pengetahuan tentang komputer atau jaringan komputer di atas rata-rata. Hacker bisa mengetahui secara mendalam mengenai kerja suatu sistem, sehingga menjadi orang yang ahli dalam bidang penguasaan sistem, komputer atau jaringan komputer.

Sekarang ini, hacker memang memiliki konotasi negatif. Hal ini karena aksi hacking yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu, seperti mengubah tampilan suatu website, menyisipkan virus, dan lainnya. Sebenarnya hacking adalah sebuah ilmu seni keamanan jaringan komputer. Tidak semua hacker itu jahat, ada juga yang baik dan membantu menemukan berbagai celah keamanan untuk kemudian ditambal. Dilansir dari Prophethacker, berikut Jaka buatkan daftar 10 hacker yang paling terkenal sepanjang masa.

Hacker yang Paling Berbahaya Sepanjang Masa

1. Julian Assange

Julian Assange

Julian Assange adalah seorang penerbit, peretas (hacker), dan aktivis Internet. Namanya menjadi sorotan dunia karena situs yang dibuatnya, Wikileaks yang mengungkapkan dokumen-dokumen rahasia negara dan perusahaan kepada publik. Pada tahun 1987, saat berusia 16 tahun, Julian memulai karirnya di bidang hacker komputer. Ia memakai nama sandi “Mendax”. Bersama dua rekan lain, ia mendirikan sebuah kelompok bernama Internasional Subversives. Julian dan teman-temannya bukanlah perusak program atau situs. Mereka mencuri data-data yang bersifat ‘rahasia’ dari situs tersebut dan membagikannya kepada umum.

Akhirnya mereka mendirikan Wikileaks. Tujuan awal situs ini adalah membongkar kelakuan perusahaan yang dinilai tidak etis, dan membantu pemberantasan korupsi di lembaga publik. Motto Wikileaks cukup mulia, yakni transparansi/keterbukaan. Transparansi menciptakan kehidupan lebih baik bagi semua masyarakat. Pengawasan yang baik akan mengurangi korupsi dan memperkuat demokrasi di semua institusi sosial, termasuk pemerintahan, perusahaan, dan organisasi lainnya.

2. John McAfee

John McAfee

Hacker paling terkenal sepanjang masa selanjutnya adalah John McAfee. Dia adalah pembuat dan pendiri perusahaan Anti Virus Komputer McAfee. Semua berawal saat ia bekerja di sebuah perusahaan bernama Lockheed, John McAfee menerima sebuah salinan virus komputer bernama Pakistani Brain.

Itu adalah virus komputer yang muncul pada 1986 dan menyerang sistem File Allocation Table DOS, dikenal juga sebagai boot virus. Virus ini dibuat oleh Basid dan Amjad Farooq Alvi yang merupakan salah satu virus berbahaya pada saat itu. Dari situ, John McAfee terdorong untuk membuat perangkat lunak yang bisa mendeteksi dan menghapus virus secara otomatis.

3. James Kosta

James Kosta

Pada usianya yang masih 13, James Kosta sudah mendapatkan penghasilan US$1.500 per bulan sebagai konsultan IT. Dia bahkan berhasil membujuk sekolah untuk membiarkan dia meresmikan klub komputer dan menjalankan bisnisnya dari sana.

Bakatnya kemudian dilirik oleh sekelompok grup hacker. Ketika berusia 14 tahun, James Kosta pun berkontribusi melakukan aksi hacking terhadap perusahaan komputer besar. Seperti IBM, General Electric, dan bank-bank besar. Ketika ia berusia 18, akhirnya ia dihukum pidana untuk bekerja di Angkatan Laut sebagai analis intelijen.

4. Gary McKinnon

Gary-McKinnon

Gary McKinnon adalah hacker asal Skotlandia yang berhasil menyusup ke 97 jaringan milik militer Amerika Serikat pada tahun 2001-2002. Ia mengklaim bahwa dirinya dapat membuktikan kalau alien pernah mendarat di bumi. Meskipun ia pernah melakukan hacking terhadap jaringan militer AS, namun pihak AS tidak mampu untuk mengekstradisinya. Konon kabarnya, ia berada di bawah pengawasan pemerintah Inggris.

5. Adrian Lamo

Adrian Lamo

Adrian Lamo dikenal sebagai “Homeless Hacker”, karena ia tak pernah menetap di suatu tempat terlalu lama. Pada tahun 2002, Lamo dilaporkan membobol jaringan komputer internal milik The New York Times. Karena ulahnya itu, Limo harus menetap di penjara selama dua tahun dan membayar denda sebesar US$65.000.Tapi, ia tidak kapok. Kabarnya, Limo diduga melakukan tindak kriminal pembobolan terhadap dokumen rahasia milik militer Amerika Serikat.

6. Jonathan James

Jonathan James

Jonathan James (12 Desember 1983 – 18 Mei 2008) berasal dari Florida Selatan. Selama masa hidupnya, ia berhasil mencuri software milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Hal ini lantas membuat NASA harus mematikan server-nya selama tiga minggu pada Juli 2000. NASA juga menderita kerugian biaya sebesar US$41.000, yang dipergunakan untuk memeriksa dan memperbaiki sistemnya.

Jonathan James meninggal pada 18 Mei 2008 karena luka tembak. Pada awalnya, tidak ada informasi mengenai penyebab kematiannya dan menuai konspirasi pada masyarakat di AS. Namun, pihak kepolisian akhirnya mengeluarkan hasil penyelidikan bahwa ia tewas karena melakukan bunuh diri.

7. Jeanson James Ancheta

james ancheta

Jeanson James Ancheta adalah orang yang pertama kali membuat Botnet. Botnet adalah grup hacker yang bekerja sama untuk merusak berbagai macam sistem komputer untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Ancheta menggunakan Worm komputer yang disebut rxbot pada tahun 2004 untuk mengendalikan 500.000 komputer, termasuk komputer milik militer AS. Dia akhirnya tertangkap pada tahun 2005 dan harus mendekam 60 bulan penjara, serta membayar denda sebesar US$16.000.

8. Kevin Poulsen

Kevin Poulsen

Kevin Poulsen dikenal sebagai Dark Dante di komunitas hacker. Ia adalah seorang pria yang baik di siang hari dan jahat di malam hari, begitulah gambaran pemuda yang satu ini. Poulsen adalah seorang penjahat cyber paling terkenal di Amerika yang pernah ada. Untuk menjadi seorang peretas, Poulsen belajar sendiri secara otodidak.

Salah satu aksi terbaik yang pernah dilakukannya adalah mengambil alih saluran telepon yang menuju stasiun radio Los Angeles KIIS-FM. Poulsen pun akhirnya ditangkap oleh FBI dan dihukum 51 bulan penjara serta harus membayar denda sebesar US$56.000.

9. Kevin David Mitnick

Kevin Mitnick

Kevin David Mitnick adalah salah satu hacker berbahaya dan paling terkenal sepanjang masa. Dia mampu meretas dan mencuri password komputer, mengubah jaringan komputer, masuk ke jaringan komputer, dan membaca e-mail pribadi orang lain. Kevin disebut-sebut sebagai “The Most Wanted Computer Criminal in United States History”. Namun, saat ini dia bekerja di industri keamanan.

10. Michael Calce

Michael Calce

Michael Calce baru berusia 15 tahun ketika ia berhasil membobol website komersial terbesar di dunia. Hacker yang juga dikenal dengan nama MafiaBoy ini di tahun 2000 meluncurkan serangan DDoS ke 75 komputer di 52 jaringan, termasuk situs eBay, Amazon, dan Yahoo. Akhirnya, ia berhasil ditangkap dan dihukum penjara selama 8 bulan dengan denda yang kecil.

Keren, Nenek 81 Tahun Berhasil Garap Aplikasi Untuk Iphone

Nenek

Menjadi pengembang sebuah aplikasi digital ternyata tak hanya dilakukan oleh anak-anak muda. Buktinya, seorang nenek berhasil mengembangkan dan merilis aplikasi untuk iPhone.

Perempuan tua inovatif itu bernama Masako Wakamiya. Mengutip laman The Next Web, Rabu (17/5/2017), sebelum memulai kariernya di dunia teknologi, nenek asal Jepang ini sudah bekerja 43 tahun di sebuah bank terkemuka di negaranya

Pada usianya yang ke-81, Wakamiya merilis sebuah aplikasi iPhone pada Maret 2017. Padahal, dia baru belajar menggunakan komputer di usia 60 tahun.

Lantas, aplikasi apa yang dikembangkannya? Rupanya ia membuat sebuah aplikasi permainan untuk iOS yang memberitahukan langkah-langkah menyusun boneka tradisional agar bisa ditampilkan dengan benar di sebuah festival Hinamatsuri. Hal ini dilakukan Wakamiya untuk menghormati tradisi kuno Hinamatsuri.

Sekadar informasi, Hinamatsuri merupakan sebuah perayaan yang diadakan masyarakat Jepang untuk mendoakan pertumbuhan anak perempuan.

Saat festival ini berlangsung tiap tanggal 3 Maret, keluarga yang memiliki anak perempuan memajang satu set boneka yang disebut Hinaningyo.

Aplikasi gim yang dibuat oleh Wakamiya bernama Hinadan yang berasal dari kata “hina” atau boneka dan “dan” yang berarti meminta pemain untuk menempatkan 12 boneka di posisi masing-masing pada layar. Nah, permainan pun bakal selesai jika pemain berhasil mengatur boneka di tempat yang benar.

Penasaran seperti apa rasanya memainkan aplikasi Hinadan? Kamu sudah bisa mengunduhnya di App Store dan menjajal Hinadan.

Sekadar diketahui, tak hanya membuat sebuah aplikasi, Wakamiya juga mengelola sebuah blog dalam bahasa Jepang dan Inggris. Pada blog tersebut, ia membagikan cuplikan videonya saat sedang melakukan perjalanan dan mengajar orang lain menggunakan Excel.

Bocah 11 Tahun Ubah Boneka Jadi Senjata Hacker Mematikan

Ahli keamanan siber dibuat terkagum-kagum ketika seorang siswa kelas 6 sekolah dasar menunjukkan betapa mudahnya meretas perangkat mobile dan “mempersenjatakan” barang biasa, seperti boneka beruang.

Di dalam sebuah konferensi keamanan siber di Den Haag, Belanda, bocah berumur 11 tahun bernama Reuben Paul melakukan hal tersebut.

Mengutip laman Fortune, Jumat (19/5/2017), berbekal sebuah Raspberry Pi (komputer mini), ia mampu meretas perangkat pengunjung via bluetooth dan mengunduh nomor telepon korban.

Selanjutnya, ia menggunakan nomor telepon tersebut untuk meretas ke dalam boneka beruang yang terhubung ke internet via bluetooth atau Wi-Fi, dan menggunakan boneka tersebut untuk merekam pesan dari penonton menggunakan program bahasa komputer Phyton.

“Aku hanya ingin menunjukkan bagaimana aku bisa meretas dan terhubung ke [perangkat yang tersambung ke internet] dan mengirimkan bermacam perintah,” ucap Paul.

Ia mengatakan, berbagai benda sehari-hari yang terhubung dengan internet dapat digunakan untuk memata-matai atau digunakan untuk mencuri informasi pribadi pengguna.

Meski belum remaja, Paul nyatanya sudah dikenal di kalangan masyarakat di Austin, Texas. Pada 2014, bocah jenius ini mendirikan perusahaan sendiri, sebuah situs gim pendidikan bernama PrudentGames. Diketahui, Paul saat ini menjabat sebagai CEO perusahaan.